Rabu, 18 Desember 2013

Inilah 7 Tips Mudah Menjaga Tulang Tetap Sehat

Hai, Sahabat, Menjaga agar tubuh tetap sehat merupakan salah satu hal terpenting yang harus kita lakukan. Dalam hal ini melakukan berbagai usaha maupun cara agar tetap dalam kondisi yang selalu sehat. Meskipun terkadang kita tidak mampu menghindari yang namanya sakit.Salah satu hal yang harus kita jaga kesehatannya yaitu tulang kita. Lalu adakah tips mudah untuk menjaga agar tulang kita tetap sehat
  1. Sahabat, tips kesehatan. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka berdampak pada kesehatan tulang pada tubuhnya. Salah satu masalah kesehatan tulang yang mungkin tidak asing bagi kita yaitu osteoporosis. Osteoporosis merupakan berkurangnya kepadatan pada tulang dan dapat mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tips kesehatan kali ini akan menyajikan sebuah bahasan yang mungkin sangat bermanfaat untuk anda agar dapat menjaga tulang anda tetap sehat. Tips kesehatan, Berikut ini 7 tips mudah menjaga tulang tetap sehat :
  2. Tips yang pertama yaitu menghindari berbagai minuman yang dapat mengakibatkan kandungan kalsium pada tulang berkurang. Salah satu minuman yang dimaksud yaitu minuman yang bersoda atau mengandung soda.
  3. Mencukupi kebutuhan Vitamin D yang sangat di butuhkan untuk menjaga kesehatan tulang anda. Vitamin D ini dapat anda peroleh dari sayur-sayuran yang bewarna hijau serta brokoli.
  4. Minum susu merupakan salah satu tips mudah menjaga kesehatan tulang anda. Ini dikarenakan kandungan susu yang sangat dibutuhkan oleh tulang kita seperti kalsium, vitamin D, protein, fosfor serta kalium.
  5. Rutin berolahraga merupakan salah satu tips mudah menjaga kesehatan tulang anda. Dalam hal ini berjalan atau berlari di pagi hari merupakan salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang anda. Ini dikarenakan berolahraga dapat menguatkan semua otot dan tulang anda.
  6. Dengan meninggalkan beberapa kebiasaan buruk yang mungkin anda lakukan yang dapat menganggu kesehatan tulang anda. Dalam hal ini merokok dan minuman beralkohol merupakan kebiasaan buruk yang dapat menurunkan massa tulang anda.
  7. Sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D untuk kebutuhan tulang anda. Berjemur pada sinar matahari di pagi hari selama kurang lebih 15 menit dapat membantu mengaktifkan provitamin D menjadi vitamin D pada kulit anda.
  8. Mengkonsumsi bawang merah dan bawang putih merupakan salah tips yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang anda. Ini dikarenakan kedua bumbu dapur tersebut banyak mengandung zat belerang yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan tulang anda.

Pandangan Islam dalam mempelajari ilmu teknologi

Al-Quran menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia
Dan dia menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit
dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai anugerah)
dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13).
Penundukan tersebut secara potensial terlaksana melalui
hukum-hukum alam yang ditetapkan Allah dan kemampuan yang
dianugerahkan-Nya kepada manusia. Al-Quran menjelaskan
sebagian dari ciri tersebut, antara lain:

(a) Segala sesuatu di alam raya ini memiliki ciri dan
hukum-hukumnya.
Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ukuran
(QS Al-Ra'd [13]: 8)
Matahari dan bulan yang beredar dan memancarkan sinar, hingga
rumput yang hijau subur atau layu dan kering, semuanya telah
ditetapkan oleh Allah sesuai ukuran dan hukum-hukumnya
Demikian antara lain dijelaskan oleh Al-Quran surat Ya Sin
ayat 38 dan Sabihisma ayat 2-3

(b) Semua yang berada di alam raya ini tunduk kepada-Nya:
Hanya kepada Allah-lah tunduk segala yang di langit
dan di bumi secara sukarela atau terpaksa
(QS Al-Ra'd [13]: 15).

(c) Benda-benda alam apalagi yang tidak bernyawa tidak
diberi kemampuan memilih, tetapi sepenuhnya tunduk kepada
Allah melalui hukum-hukum-Nya.

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan
langit yang ketika itu masih merupakan asap, lalu Dia
(Allah) berkata kepada-Nya, "Datanglah (Tunduklah)
kamu berdua (langit dan bumi) menurut perintah-Ku
suka atau tidak suka!" Mereka berdua berkata, "Kami
datang dengan suka hati" (QS Fushshilat: ll).

Di sisi lain, manusia diberi kemampuan untuk mengetahui ciri
dan hukum-hukum yang berkaitan dengan alam raya, sebagamana
diinformasikan oleh firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Baqarah
ayat 31,
Allah mengajarkan Adam nama-nama semuanya
Yang dimaksud nama-nama pada ayat tersebut adalah sifat, ciri,
dan hukum sesuatu. Ini berarti manusia berpotensi mengetahui
rahasia alam raya.
Adanya potensi itu, dan tersedianya lahan yang diciptakan
Allah, serta ketidakmampuan alam raya membangkang terhadap
perintah dan hukum-hukum Tuhan, menjadikan ilmuwan dapat
memperoleh kepastian mengenai hukum-hukum alam. Karenanya,
semua itu mengantarkan manusia berpotensi untuk memanfaatkan
alam yang telah ditundukkan Tuhan. Keberhasilan memanfatkan
alam itu merupakan buah teknologi.
Al-Quran memuji sekelompok manusia yang dinamainya ulil albab.

Ciri mereka antara lain disebutkan dalam surat Ali-Imran (3)
190-191:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi ulil albab. Yaitu mereka yang
berzikir (mengingat) Allah sambil berdiri, atau duduk
atau berbaring, dan mereka yang berpikir tentang
kejadian langit dan bumi ...
Dalam ayat-ayat di atas tergambar dua ciri pokok ulil albab,
yaitu tafakkur dan dzikir. Kemudian keduanya menghasilkan
natijah yang diuraikan pada ayat 195:

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka
dengan berfirman, "Sesungguhnya Aku tidak
menyia-nyiakan amal yang beramal di antara kamu, baik
lelaki maupun perempuan ..."
Natijah bukanlah sekadar ide-ide yang tersusun dalam benak,
melainkan melampauinya sampai kepada pengamalan dan
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menuntut ilmu adalah wajib bagi umat islam. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, menyuruh umatnya untuk menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
 
طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة
 
Artinya :” Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang islam, laki-laki atau perempuan.”
Sejak kapan kita menuntut ilmu ? Dalam ajaran Islam, seseorang dituntut untuk mencari ilmu sejak dalam buaian hingga masuk liang lahad.
 
Nabi Muhammad SAW bersabda :
اطلب العلم من المهد إلى اللحد
 
Artinya :” Tuntutlah ilmu itu sejak dalam buaian, hingga masuk liang lahad.”
Ajaran islam dalam menuntut ilmu sesuai dengan program yang dikembangkan sekarang tentang kewajiban belajar, yaitu ‘long life education’ maksudnya menuntut ilmu seumur hidup.
Tetapi dalam islam, seseorang disamping menuntut ilmu dan teknologi ( iptek ) harus diiringi dengan iman dan taqwa ( imtaq ). Sebab dengan hanya ilmu pengetahuan saja, seseorang dapat menjadi bebas hingga membuat dia sesat, namun ilmu pengetahuan yang diiringi dengan iman dan taqwa, insya Allah akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.
Mengapa kita harus menuntut ilmu ? Apa gunanya menuntut ilmu ?
Pertama : Kita menuntut ilmu agar pandai, agar tak bisa ditipu orang, agar dapat memimpin bangsa dan negara ini dengan baik.
Ilmu adalah kekuatan, yang dengan kekuatan itu kita dapat menguasai dunia. Lihatlah negara-negara yang telah memiliki teknologi tinggi, seperti : Amerika, Jepang, Jerman, dan lain-lain. Dengan sebab mereka menguasai ilmu dan teknologi, mereka dapat menguasai dunia.
Hal ini seperti kata orang Barat, “ Knowledge is a power “, artinya “ Ilmu pengetahuan adalah kekuatan.”
Sejarah telah memberi pelajaran yang berharga kepada kita, yaitu sebab kebodohan kita; kita telah dijajah oleh Belanda selama 3 ½ abad dan oleh Jepang 3 ½ tahun.
Kedua : Dengan ilmu, kita akan dapat hidup di dunia ini dengan selamat. Karena ilmu itu adalah 
cahaya yang akan menunjuki dan menerangi jalan kita. Seperti kata pepatah Arab :

العلم نور والجهل ظلام

Artinya : “ Ilmu itu cahaya dan bodoh itu kegelapan .”
Ketiga : Dengan perkembangan ilmu dan teknologi dapat membantu pekerjaan kita. Seperti dengan ditemukannya komputer, mesin foto copi, dan lain-lain dapat membantu kita membuat surat.
Keempat : Menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu mendapat pahala dari Allah SWT dan perbuatannya termasuk berjuang di jalan Allah, jikalau mati, maka matinya syahid.
Rosulullah bersabda :

من خرج في طلب العلم فهو في سبيل الله حتى يرجع
 
Artinya : Siapa yang keluar menuntut ilmu, berarti ia berjuang di jalan Allah SWT sampai dia pulang ke rumahnya.”
Kelima : orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Sebagaimana firman 
Allah dalam Al Quran surat Al Mujadalah ayat 11 :

يرفع الله الذين آمنوا منكم و الذين أوتوا العلم درجات

Artinya : “ Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”

AlQur'an adalah Obat Segala Penyakit

Salah satu nikmat dari Allah Azza wajalla, ketika Allah Subhaanahu wata’aala, memberikan obat dari penyakit apa saja yang diderita oleh seorang hamba.
Telah disebutkan dalam sahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah Radhiallohu Anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:
 

ما أَنْزَلَ الله دَاءً إلا أَنْزَلَ له شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit melainkan Allah telah menurunkan untuknya obat penyembuh.” (HR.Bukhari,no:5354)

Demikian pula disebutkan dalam sahih Muslim dari hadits Jabir radiallohu anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فإذا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عز وجل

Setiap penyakit ada obatnya, jika obat itu sesuai dengan penyakitnya, akan sembuh dengan izin Allah Azza wajalla,.” (HR.Muslim,no:2204)

Disebutkan pula dari hadits Usamah bin Syarik radiallohu anhu, berkata :

Telah datang seorang Baduwi kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, lalu berkata: Wahai Rasulullah, Siapakah manusia terbaik? Beliau menjawab: yang paling baik akhlaknya. Lalu Ia bertanya lagi: Wahai Rasulullah, Apakah boleh kami berobat? Jawab Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, :

تَدَاوَوْا فان اللَّهَ لم يُنَزِّلْ دَاءً ألا أَنْزَلَ له شِفَاءً عَلِمَهُ من عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ من جَهِلَهُ

Berobatlah wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit melainkan Allah menurunkan obat untuknya, ada yang mengetahuinya dan ada pula yang tidak mengetahuinya.”
 
Dalam riwayat lain dengan lafaz:

إِنَّ اللَّهَ عز وجل لم يُنْزِلْ دَاءً إِلا أَنْزَلَ له دَوَاءً غير دَاءٍ وَاحِدٍ قالوا يا رَسُولَ اللَّهِ وما هو قال الْهَرَمُ

Sesungguhnya Allah Azza wajalla, tidak menurunkan satu penyakit melainkan Allah menurunkan untuknya obat, kecuali satu penyakit”. Mereka bertanya: apa itu wahai Rasulullah?, Beliau menjawab: “Pikun”. (HR.Ahmad (4/278), lafazh yang kedua diriwayatkan oleh Abu Dawud (3855), Thabarani dalam al-kabir (1/181), Ibnu Hibban (486), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (4/220), Al-Humaidi dalam musnad (824), Al-Mukhtarah (4/169), disahihkan Al-Albani dalam shahih al-jami’,no:2930)

Penyakit bodoh dengan bertanya

Hadits ini mencakup berbagai macam penyakit hati, rohani dan jasmani demikian pula penawarnya. Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, telah menyebutkan bahwa kejahilan merupakan sebuah penyakit, dan Beliau menerangkan obatnya dengan bertanya kepada para ulama. Allah Azza wajalla, berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahlinya jika kalian tidak mengetahui.”(QS.An-Nahl:43, Al-Anbiya:7)

Disebutkan dari hadits Jabir radiallohu anhu, berkata: kami keluar dalam satu perjalanan safar, lalu salah seorang dari kami dijatuhi batu yang melukai kepalanya. Lalu dia dalam keadaan junub, maka dia bertanya kepada sahabtnya: apa menurut kalian ada keringanan bagiku untuk bertayammum? Mereka menjawab: Kami tidak mendapati keringanan bagimu jika engkau sanggup menggunakan air. Maka iapun mandi, akhirnya ia mati. Tatkala kami mendatangi Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, , Beliau dikabari tentang hal itu, maka Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:

“Mereka telah membunuhnya, Semoga Allah membunuh mereka (Beliau mengucapkannya sebagai bentuk hardikan, pent). Tidakkah mereka bertanya jika mereka tidak mengetahui? Sesungguhnya obat dari kejahilan adalah bertanya.” (HR.Abu Dawud (336), dihasankan oleh Al-Albani dalam sahih Abu Dawud)

Maka Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, memberitakan bahwa kejahilan merupakan penyakit, dan obatnya adalah bertanya.

Alqur’an sebagai obat

Allah Subhaanah wata’aala, juga mengabarkan bahwa Al-qur’an merupakan obat. Firman-Nya:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Dan jikalau Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah dalam bahasa asing dan bahasa Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang mu’min.”

(QS.Fusshilat:44)

Allah Azza wajalla, juga berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami menurunkan Al-Qur’an yang merupakan obat dan rahmat bagi kaum mukminin.”

(QS.AL-Isra: 83)

Kata (من) “min” di dalam ayat ini untuk menjelaskan jenis al-qur’an, bukan untuk menerangkan sebagian al-qur’an, sebab al-qur’an seluruhnya merupakan obat sebagaimana yang telah dijelaskan pada ayat yang pertama. Al-Qur’an merupakan obat dari penyakit kejahilan dan keraguan, dan Allah Azza wajalla, tidaklah menurunkan dari langit sebuah obat penyembuh yang lebih bermanfaat dan lebih dahsyat dan lebih manjur dalam menghilangkan penyakit daripada Al-Qur’an. Telah disebutkan dalam dua kitab sahih (Bukhari dan Muslim) dari hadits Abu Sa’id AL-Khudri radiallohu anhu, berkata : ada beberapa sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sedang melakukan perjalanan safar, lalu mereka singgah di salah satu kampung Arab dan mereka meminta agar dijamu sebagai tamu, namun penduduk tersebut enggan menjamu mereka. Maka kepala kampung tersebut sedang sakit disebabkan sengatan serangga, lalu mereka berusaha mencari penawarnya, namun tidak memberi manfaat sama sekali. Sebagian mereka mengatakan: Kalau seandainya ka;ian mendatangi sekelompok orang tersebut yang sedang singgah di kampung ini, semoga saja diantara mereka ada sesuatu yang bermanfaat. Maka merekapun mendatangi para sahabat, dan berkata: Wahai sekelompok orang, sesungguhnya pimpinan kami sedang sakit disengat serangga, dan kami telah berusaha dengan segala cara namun tidak memberi hasil yang bermanfaat, apakah diantara kalian memiliki sesuatu? Sebagian sahabat menjawab: Demi Allah saya bisa melakukan ruqyah, akan tetapi kami meminta kalian menjamu kami namun kalian tidak melakukannya. Maka saya tidak akan meruqyahnya hingga kalian memberi upah untuk itu. Maka merekapun sepakat untuk memberikan beberapa ekor kambing. Maka berangkatlah (Abu Sa’id) untuk meruqyah dengan mengeluarkan ludah kecil sambil membaca “Alhamdulillahi Rabbil Alamin” (Surah al-fatihah, pent). Maka tiba- tiba ia seperti orang yang lepas dari ikatan, dan ia segera berjalan dalam keadaan tidak merasa sakit. Maka merekapun segera menunaikan kesepakatan upah yang telah menjadi kesepakatan mereka. Sebagian ada yang berkata: berbagilah (dari upah tersebut), Namun yang meruqyah berkata: Kami tidak melakukannya hingga kami mendatangi Nabi Shallallahu ALaihi Wasallam dan menceritakan kejadian sebenarnya, lalu kami menunggu apa yang Beliau perintahkan. Lalu merekapun mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan mennceritakan hal itu. Maka Beliau bersabda:

“Bukankah kalian mengetahui bahwa surah itu merupakan ruqyah? Kalian telah benar. Bagilah upah kalian, dan ikut sertakan aku dalam pembagian itu.” (Muttafaq Alaihi)

Perhatikan, obat ini memberi pengaruh pada penyakit tersebut dan menghilangkannya seperti tidak terjadi apa- apa. Ini merupakan obat yang paling mudah dan ringan, jika seandainya seorang hamba berobat dengan surah al-fatihah, maka dia akan melihat pengaruhnya yang dahsyat dalam menyembuhkan.

Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah:

“Aku tinggal di Makkah beberapa lama dalam keadaan aku terserang beberapa penyakit yang aku tidak mendapatkan dokter dan tidak pula obat. Maka aku mengobati diriku dengan surah al-fatihah, maka akupun melihat sebuah pengaruh yang menakjubkan. Maka akupun melakukan hal itu kepada orang yang menderita sakit, sehingga banyak diantara mereka yang sembuh dalam waktu cepat”.

Namun disini ada hal yang harus diperhatikan yaitu: bahwa zikir- zikir, ayat- ayat dan doa- doa yang digunakan sebagai penyembuh dan dijadikan sebagai ruqyah pada asalnya bermanfaat dan menyembuhkan. Namun harus pula dibantu dengan kesiapan lokasi yang siap menerima penyembuh tersebut, kekuatan tekad dari pelaku, demikian pula pengaruhnya. tidak memberi kesembuhan disebabkan lemahnya pengaruh pelaku, atau lokasi yang dituju tidak siap menerima, atau hal lain yang memiliki kekuatan untuk mencegah kemanjuran obat tersebut, seperti halnya obat- obat yang lain terhadap penyakit- penyakit jasmani, dimana satu obat tidak memberi pengaruh disebabkan karena tabiat tubuhnya yang tidak siap menerima obat tersebut, atau hal lain yang memiliki kekuatan dalam mencegah pengaruh obat itu. Sebab jika tabiat tubuh siap menerima obat tersebut secara sempurna, maka manfaatnya bagi jasmani sesuai kesiapannya dalam menerima obat itu, maka demikian pula halnya hati jika siap menerima ruqyah dan ta’awwudz secara sempurna, dikuatkan lagi oleh si peruqyah yang memiliki jiwa dan upaya yang kuat dalam memberikan pengaruh hilangnya penyakit.”

Doa, menolak bala

Demikian pula doa, merupakan sebab yang paling kuat dalam menolak segala hal yang dibenci, namun terkadang tidak memiliki pengaruh disebabkan lemahnya doa tersebut, karena doa yang dipanjatkan merupakan doa yang dibenci Allah, karena mengandung permusuhan. Atau disebabkan karena lemahnya hati yang tidak menghadap kepada Allah Ta’ala dan tidak konsentrasi ketika berdoa, keadaannya seperti busur yang sangat renggang, sehingga menyebabkan lemparan anak panah pun menjadi lemah, atau ada penghalang yang menyebabkan tidak terkabulnya doa, sepert makan makanan yang haram, hati yang telah tertutup dengan noda- noda dosa, dan kelalaian serta syahwat yang lebih mendominasi dan menguasai hati tersebut. Sebagaiman ayang disebutkan dalam mustadrak Al-Hakim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً من قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yang doa itu terkabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidaklah menerima doa yang berasal dari hati orang yang lalai lagi tidak konsentrasi.” (HR. Tirmidzi, no:3479, Al-Hakim dalam mustadrak: 1/670. Dihasankan Al-Albani dalam sahih al-jami’: 245)

Demikian pula disebutkan dalam sahih Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam :

أَيُّهَا الناس إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فقال ) يا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا من الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إني بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ ( وقال ) يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا من طَيِّبَاتِ ما رَزَقْنَاكُمْ ( ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلى السَّمَاءِ يا رَبِّ يا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana Allah memerintahkannya kepada para rasul. Firman-Nya:

“Wahai sekalian para rasul, makanlah dari yang baik dan beramallah dengan amalan saleh, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat.”

Dan firman-Nya:

“Wahai orang- orang yang beriman,makanlah dari yang baik dari rezki yang kami berikan kepada kalian.”

Lalu Beliau menyebutkan tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan safar yang panjang, dalam keadaan kusut penuh dengan debu, sambil menengadahkan kedua tangannya kearah langit dan berkata: Wahai Rabb-ku…wahai Rabbku. Namun ternyata makanannya dari hasil yang haram, minumnya dari hasil yang haram, pakaiannya dari hasil yang haram, dan dipenuhi dengan hal- hal yang haram, bagaimana mungin doanya terkabulkan?.”

(HR.Muslim:1015)

Abdullah bin Imam Ahmad menyebutkan dalam kitab “Zuhud” karya ayahnya: bahwa suatu ketika Bani Israil tertimpa musibah, maka merekapun keluar menuju ke sebuah tempat. Maka Allah mewahyukan kepada nabi-Nya dan mengabarkan kepadanya: bahwa kalian (Bani Israil) keluar menuju sebuah tanah lapang dengan tubuh yang najis, lalu kalian mengangkat telapak tangan kalian kepadaku yang telah kalian lumuri dengan menumpahkan darah, dan kalian memenuhi rumah kalian dengan perkara yang haram. Lalu tatkala kemarahan-Ku yang sangat terhadap kalian, (kalian datang menghadap-Ku), tidak semakin menambah kalian terhadap melainkan semakin jauh.”

Berkata Abu Dzar: cukuplah ketaatan bersama doa, seperti makanan yang cukup dengan garam.”

Ustadz Abu Muawiyah Askari Hafizhahulloh

(Dikutip dari kitab: Al-Jawab Al-Kafi karya Ibnul Qayyim dengan beberapa perubahan.)
Sumber :
http://salafybpp.com/index.php/fataawa/138-obat-segala-penyakit
http://daunberjatuhan.blogspot.com/2012/12/obat-segala-penyakit.html

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh


Memiliki tubuh yang sehat merupakan keinginan setiap orang termasuk anda. Dengan tetap sehat, mka aktivitas yang kita lakukan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita. Dengan Sehat pula, maka kita tidak harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membeli obat atau pergi ke rumah sakit. Jadi kita harus selalu bersyukur dengan nikmat kesehatan yang di berikan Tuhan  kepada kita semua.

    Sahabat, tips kesehatan. Ukuran sehat yaitu ketika kita mampu menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit yang selalu menerpa seperti penyakit demam, flu, batuk dan lain-lain. Lalu bagaimana kita bisa menjaga daya tahan tubuh yang benar agar selalu sehat dan bugar setiap hari Berikut ini tips kesehatan yaitu tips menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat :
  1. Istirahat yang cukup setiap harinya, merupakan salah satu faktor untuk menjaga daya tahan tubuh anda.
  2. Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang tenang dan sehat juga. Maka usahakan selalu berpikiran positif terhadap segala masalah yang menerpa kita.
  3. Setiap pagi, usahakan selalu melakukan olahraga secara teratur. Ini bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar dan sehat.
  4. Selalu memastikan bahwa makanan yang anda makan sudah higienis atau sudah di cuci dengan bersih atau dimasak dengan matang yang sempurna.
  5. Makanlah dengan porsi yang wajar jangan berlebihan. Di khawatirkan badan anda akan mengalami kegemukan dan riskan terkena penyakit yang terkait dengan kegemukan atau obesitas.
  6. Penuhi makanan yang berserat setiap harinya. Makanan yang berserat yaitu apel, wortel maupun kacang-kacangan. Fungsi makanan berserat ini yaitu menjaga tubuh dari serangan bakteri.
  7. Penuhi kebutuhan vitamin D. Karena vitamin D ini berfungsi untuk menstimulus sel imun untuk menghalau virus dan bakteri. Vitamin D dapat ditemukan pada sinar matahari, telur, hati dan ikan.
Sumber : http://intips-kesehatan.blogspot.com/2012/04/jaga-daya-tahan-tubuh-sehat.html